Grand Launching Jurnal JKN dan Launching Perubahan Nomor Care Center BPJS Kesehatan

Grand Launching Jurnal JKN dan Launching Perubahan Nomor Care Center BPJS Kesehatan

BPJS Kesehatan terus melakukan upaya untuk meningkatkan Kapabilitas Organisasi dan Kualitas Layanan dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Jakarta, Senin (13/9), BPJS Kesehatan melakukan grand launching Nomor Layanan Care Center 165, Simplifikasi Rujukan Pelayanan Thalasemia Mayor & Hemofilia dan jurnal JKN secara daring dan luring. Hadir dalam kegiatan ini Ketua Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN), Tb. A Choesni secara daring.

Acara diawali dengan pemberian sambutan dari jajaran BPJS Kesehatan, Dewan Pengawas, Direktur Utama dan juga Ketua DJSN. Achmad Yurianto selaku Ketua Dewan Pengawas BPJS Kesehatan dalam sambutannya menyampaikan bahwa upaya yang dilakukan oleh BPJS Kesehatan ini adalah untuk membangun sistem demi kepuasan peserta.

Adapun Nomor care center 165 ini menggantikan nomor Care Center BPJS Kesehatan yang lama yaitu 1500 400 yang akan mengalami transisi hingga Desember 2021. Disampaikan oleh Ali Ghufron Mufti, Direktur BPJS Kesehatan dalam sambutannya bahwa perubahan care center ini untuk mengakomodir kebutuhan masyarakat sebagai peserta juga para pemangku kepentingan.

Senada dengan itu David Bangun, Direktur Perluasan dan Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan menyampaikan bahwa perubahan nomor care center ini untuk mempermudah masyarakat dalam menghubungi BPJS Kesehatan.

“Harapannya agar masyarakat lebih mudah mengingat nomornya yaitu 165. Selain itu ada masa transisi, sehingga masyarakat masih bisa menghubungi nomor lama yaitu 1500 400 atau nomor Care Center BPJS Kesehatan yang baru 165,” jelasnya.

Lebih lanjut, Ketua DJSN, Tb. A Choesni menyampaikan apresiasinya terhadap upaya BPJS Kesehatan untuk melakukan inovasi dengan memanfaatkan teknologi informasi. Hendaknya perubahan nomor care center ini memberikan kemudahan dalam mengakses kanal layanan informasi, pendaftaran, perubahan data dan pengaduan melalui nomor Care Center yang lebih mudah diingat yaitu 165 serta kemudahan administrasi pelayanan khususnya bagi peserta dengan diagnosa thalasemia mayor dan hemofilia melalui simplifikasi rujukan pelayanan yang diluncurkan.

Khususnya terkait penggantian nomor care center, Choesni mengingatkan terhadap sosialisasi dan komunikasi.

“Penting untuk diingat bahwa kita harus meningkatkan komunikasi dan sosialisasi dalam masa transisi antara nomor 1500 400 menjadi 165 ini,” tegasnya.

Tidak lupa, Choesni juga menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif BPJS Kesehatan untuk menggerakkan budaya riset serta terbuka terhadap jurnal-jurnal ilmiah terkait penyelenggaraan program JKN melalui Jurnal JKN.

“Semoga kehadiran Jurnal JKN ini dapat dimanfaatkan, baik akademisi, peneliti maupun pihak-pihak terkait untuk mempelajari serta memberikan saran dan masukan mengenai penyelenggaraan Program JKN,” harapnya.