Pemerintah Bahas Tindak Lanjut Pengembangan Sharoushi di Indonesia

Jakarta -  Bappenas RI bersama dengan Kemnaker dan Anggota Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) Indra Budi Sumantoro menggelar rapat tindak lanjut pengembangan Sharoushi di Indonesia.

Sehubungan dengan arahan Presiden untuk meminimalisir penyebaran COVID-19 dengan menerapkan working from home (Bekerja dari rumah/WFH),  rapat dilakukan dengan menggunakan skype video conference, Selasa, (24/3).

Pengadopsian Sharoushi di Indonesia merupakan suatu upaya untuk memperluas cakupan kepesertaan dan perlindungan Jaminan Sosial.

Langkah-langkah yang akan dilakukan Indonesia kedepannya dalam pengembangan sistem sharoushi di Indonesia adalah akan memaksimalkan fungsi jaminan sosial dari kedua agen tanpa tumpang tindih dengan fungsi mediator dengan menyiapkan kebijakan yang tepat,  serta menyusun skema capacity building yang diperlukan.

Sebagai informasi, Pemerintah Jepang mengusung konsep bisnis Jimukumiai dan Sharoushi sejak 1968 untuk mendukung akuisisi dan perluasan kepersertaan program jaminan sosial di negara tersebut hingga mencapai 98%.

Sharoushi berasal dari singkatan bahasa Jepang yakni Shakai Hoken Roumushi (Sharoushi) yang berarti Pengacara Buruh dan Jaminan Sosial atau Labor and Social Security Attorney.