Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) pada tanggal 27-28 Maret 2015 mengadakan kerjasama Koordinasi Jurnalis-Sosialisasi Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) dengan Friedrich Ebert Stiftung (FES) dan Aliansi Jurnalis Independen Indonesia (AJI)

Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) pada tanggal 27-28 Maret 2015 mengadakan kerjasama Koordinasi Jurnalis-Sosialisasi Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) dengan Friedrich Ebert Stiftung (FES) dan Aliansi Jurnalis Independen Indonesia (AJI) di Hotel Aston, Kota Denpasar, Provinsi Bali. Peserta pada acara tersebut berasal dari jurnalis lokal berjumlah kurang lebih 25 orang. Tema Koordinasi Jurnalis adalah “Bagaimana Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) Bekerja”.

Kegiatan Workshop Jurnalis diawali sambutan dari Anggota DJSN dr. Zaenal Abidin, MH. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa kegiatan Koordinasi Jurnalis merupakan salah satu upaya DJSN sebagai lembaga yang bertugas mensinkronkan kebijakan SJSN untuk dapat berkomunikasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Salah satu yang strategis adalah media masa. Di era komunikasi dan informasi seperti ini, media masa memegang peranan yang sangat penting dalam menentukan keberhasilan suatu program, termasuk program BPJS.

Pada hari pertama, 27 Maret 2015, sesi presentasi dan diskusi pertama menghadirkan narasumber: 1) Penjelasan SJSN oleh anggota DJSN, dr Asih Eka Putri; 2) Dinas Kesehatan Provinsi Bali, menyampaikan paparan mengenai universal health coverage, peran dan dukungan Dinas Kesehatan dalam penyelenggaraan JKN di daerah oleh Ir. IGA Putri Mahadewi, M.Kes (UPT Jaminan Kesehatan Bali Mandara); 3) Presentasi penyelenggaraan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) oleh Kepala BPJS Kesehatan Divisi regional XI DR. dr.Ni Made Ayu Sri Ratna Sudewi, MM, AAK.

Selanjutnya sesi presentasi dan diskusi kedua yang menghadirkan narasumber : 1) Presentasi, manfaat program BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja dan pengusaha oleh Tony Isprijanto Ka. Manajemen Mutu dan Resiko BPJS Ketenagakerjaan. 2) Presentasi dari APINDO Bali “Bagaimana SJSN Bekerja” disampaikan oleh Drs. Panudiana Kuhn, MM Ketua APINDO Bali.

Pada hari kedua, 28 Maret 2015, sesi presentasi dan diskusi oleh narasumber dari Dina Wisnu, PhD. Beliau menyampaikan presentasi jaminan sosial dan ekonomi: “sistem jaminan sosial, perlu?. Pada sesi selanjutnya diadakan lomba penulisan berita mengenai Jaminan sosial oleh peserta dari Jurnalis se-Bali. Dari 25 orang peserta, terpilihlah Lima (5) orang yang mendapatkan beasiswa peliputan. Mereka memberikan tema yang beragam mengenai rencana penulisan dan pemberitaan, mulai dari tema bank sampah untuk iuran BPJS, yang bisa menjadi inspirasi kepada peserta lain untuk tertib membayar iuran; pasien HIV ADIS dan program BPJS oleh Feri Kristianto dari Bisnis Indonesia perwakilan Bali; pasien sakit jiwa yang banyak dipasung di wilayah Bali, agar mendapatkan perawatan di RSJ dengan bantuan program BPJS yang di ajukan oleh Miftachul Huda dari Tribun Bali; Permasalahan orang kaya menolak BPJS, bagaimana unsur gotong royong dan kemanusiaannya; serta topik pekerja informal sebagai peserta BPJS dimana banyak pendatang di Bali yang bekerja secara informal.

-Harod R Novandi-