Tingkatkan Pemahaman, DJSN Gelar Edukasi Publik kepada Pemangku Kepentingan Tobasa

Balige - Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) menggelar edukasi publik sistem jaminan sosial nasional di Balige, Toba Samosir, Jumat 14 September 2018. Kegiatan ini dilakukan dalam rangka mengetahui potret BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan di Kabupaten itu.

Anggota DJSN Rudi Prayitno menyebutkan bahwa kegiatan ini didasari amanat Undang - Undang Nomor 40 Tahun 2004 dan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011 tentang Jaminan Sosial.

"Inilah upaya kita untyk mengedukasi masyarakat supaya tidak kesulitan lagi mendapatkan layanan jaminan sosial, baik itu BPJS Kesehatan maupun BPJS Ketenagakerjaan.

Hal senada juga diungkapkan Ahmad Ansyori. Ia menjelaskan saat ini banyak masyarakat yang belum mengetahui secara jelas tentang Sistim Jaminan Sosial Nasional (SJSN) bahkan memandang jaminan sosial itu sangat rumit dan berbelit.

"Maka dalam kegiatan ini semua tentang BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan akan dikupas tuntas" Kata Ahmad Ansyori.

selanjutnya kata Ahmad Ansyori, dari sekitar 180.694 jiwa warga Kabupaten Toba Samosir (Tobasa), ternyata sebanyak 36 persen diantaranya belum terdaftar sebagai peserta Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) hingga pertengahan tahun 2018.

"36 persen penduduk Tobasa belum masuk kepesertaan SJSN. Sangat memprihatinkan situasi ini. Padahal begitu seriusnya masalah yang mungkin dihadapi masyarakat jika tidak memiliki jaminan sosial," papar Ahmad Ansyori dalam acara Edukasi Publik SJSN yang digelar DJSN di Hotel Marsaringar Balige.

“Kondisi ini sangat serius. Bayangkan jika keluarga kita yang tidak mampu harus kesulitan biaya pengobatan. Padahal BPJS Kesehatan dengan iuran rendah, kita  sudah mendapatkan jaminan pengobatan. Seperti pasien cuci darah, jika jalur pasien umum, setiap bulannya harus mengeluarkan biaya jutaan rupiah. Bagaimana pula jika pasien tersebut dari keluarga kurang mampu. Padahal dengan BPJS Kesehatan, iuran perbulan hanya puluhan ribu. Jadi, jangan ketika sakit baru mengurus BPJS,” tambahnya.

Dijelaskan juga , tahun 2018 Negara menampung biaya jaminan kesehatan untuk sebanyak 92,294,582 jiwa warga indonesia yang tidak mampu, atau penerima bantuan iuran (PBI). Di Tobasa sendiri, ada sebanyak 68.496 jiwa peserta PBI JKN yang biayanya ditanggung negara. 58.524 jiwa melalui Jamkesmas, 6.000 jiwa melalui Jamkesda Kabupaten Tobasa, dan 3.972 jiwa ditampung dalam Jamkesda Provinsi Sumut. Meski demikian, masih sangat banyak populasi penduduk Tobasa yang belum terdaftar sebagai peserta JKN.

“Artinya, disamping minimnya sosialisasi langsung kepada masyarakat, masih minim kesadaran masyarakat untuk mengikuti program SJSN. Termasuk BPJS Ketenagakerjaan. Padahal, begitu banyak kemungkinan kecelakaan kerja,” tutup Ahmad Ansyori.