Peringati Hari Pers Nasional DJSN Rangkul Media

Bogor - Dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) menggelar "Media Gathering" guna mempertajam pemahaman wartawan terkait Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN).

Salah satu kekurangan Dewan Jaminan Sosial Nasional adalah kurang diajaknya jurnalis dalam pengawasan sehinggga banyak hal yang menjadi kendala dalam penyelenggaraan Jaminan Sosial.

"Biasanya para jurnalis lebih paham dan lebih cepat dalam melihat angel, karnanya Jaminan Sosial secara umum dapat dipahami dengan baik" Ujar Anggota DJSN Ahmad Anshori dalam acara Media Gathering DJSN, Jumat (9/2/18).

Dalam kesempatan yang sama DJSN menyampaikan poin-poin hambatan dalam pelaksanaan program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dan Ketenagakerjaan yang ditemukannya setelah melakukan monitoring dan evaluasi di lapangan.

Anggota DJSN Subiyanto menyatakan, Dalam pelaksanaan program BPJS kesehatan masih banyak masyarakat Indonesia yang belum terdaftar lantaran tidak memiliki Nomor Induk Keluarga (NIK). Akibatnya, masih ada sekitar 86 juta jiwa tidak dapat didaftarkan BPJS.

“Untuk BPJS kesehatan, gara-gara NIK belum ada, dia tidak bisa didaftarkan di BPJS. Di BPJS ketenagakerjaan bisa daftar tapi kartunya gak keluar,” ujar Subi.

Hal senada juga disampaikan Anggota DJSN Rudi Prayitno, hingga kini masih banyak segmen pekerja yang belum tergarap oleh Sistem Jaminan Sosial. Seperti profesi guru, masih ada sekitar 1,5 juta orang terutama guru swasta. Selain itu kaum nelayan yang jumlahnya sangat banyak, nyatanya baru teridentifikasi sekitar 1,8 juta orang.

Bagi Rudy, masih rendahnya kaum pekerja yang terkaver sistem jaminan sosial menjadi indikasi masih besarnya pekerjaan rumah yang harus digarap oleh BPJS Ketenagakerjaan.