Ketua DJSN: Self Quarantine Sebagai Upaya Pencegahan Penularan COVID 19

Jakarta - Data kasus per Selasa (17/3) yang disampaikan oleh Juru Bicara Pemerintah untuk kasus corona, Achmad Yurianto adalah 134 orang positif COVID-19 (termasuk yang sudah sembuh). Dari 134 kasus positif COVID-19 tersebut, 8 pasien telah dinyatakan sembuh sementara 5 pasien meninggal dunia. Sementara 24 WNI di mancanegara positif COVID-19, 10 di antaranya sembuh.

World Health Organization (WHO) menetapkan coronavirus disease (Covid-19) sebagai pandemi pada Rabu (11/3). Penetapan itu didasarkan pada persebaran virus secara geografi yang telah mencapai 114 negara.

Sebelum menjadi pandemi, virus corona disebut sebagai wabah ketika menjangkiti penduduk pada awal Januari 2020. Virus ini menyebabkan pneumonia sehingga jumlah kasus penyakit tersebut langsung meningkat dengan signifikan.

Lalu, virus corona menyebar ke wilayah geografis lebih luas, seperti menginfeksi penduduk di luar wilayah yang pertama mewabah. Dengan begitu, virus ini ditetapkan sebagai epidemi.

Penyebaran epidemi yang berlanjut ke negara-negara lain, mengakibatkan penularan lokal dan menimbulkan wabah di negara itu, disebut sebagai pandemi.

Menyikapi semakin bertambahnya pasien positif Corona di Indonesia, Presiden Joko Widodo mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap tenang, tidak panik, dan tetap produktif dalam meningkatkan kewaspadaan terhadap Virus Corona (COVID-19). Ia pun meminta masyarakat menerapkan perilaku social distancing demi menghambat penyebaran Virus Corona baru.

Infeksi menyebar dari satu orang ke orang lain melalui percikan (droplet) dari saluran pernapasan yang sering dihasilkan saat batuk atau bersin. Waktu dari paparan virus hingga timbulnya gejala klinis berkisar antara 1–14 hari dengan rata-rata 5 hari.

Metode standar diagnosisnya adalah uji reaksi berantai polimerase transkripsi-balik (rRT-PCR) dari usap nasofaring atau sampel dahak dengan hasil dalam beberapa jam hingga 2 hari. Pemeriksaan antibodi dari sampel serum darah juga dapat digunakan dengan hasil dalam beberapa hari. Infeksi juga dapat didiagnosis dari kombinasi gejala, faktor risiko, dan pemindaian tomografi terkomputasi pada dada yang menunjukkan gejala pneumonia.

Walaupun banyak cara dilakukan berbagai negara sebagai upaya mengobati pasien virus corona, namun belum ada cara pengobatan yang dipatenkan untuk mengatasi virus corona. Karena saat ini pengobatan virus corona belum tersedia, maka dari itu penting untuk melakukan upaya pencegahan mulai sekarang. Apa saja yang bisa kita lakukan?
- Jangan bepergian ke negara lain yang terinfeksi virus;
- Gunakan masker yang bisa menangkal virus saat keluar rumah;
- Pastikan untuk selalu mencuci tangan dengan air dan sabun secara menyeluruh;
- Jangan makan hewan liar, terutama yang menjadi terduga penyebaran virus corona;
- Hindari kontak dengan hewan liar. Jika terpaksa, pastikan cuci tangan hingga bersih setelahnya;
- Masaklah semua daging hingga benar-benar matang sebelum dikonsumsi;
- Tutup mulut dan hidung saat bersin. Bisa menggunakan kain, tisu, atau siku bagian dalam agar virus tidak menyebar;
- Hindari kontak dengan orang yang sedang sakit dan suspect virus corona;
- Jangan menyentuh mata, mulut, hidung, dan selaput lendir terbuka sebelum cuci tangan;
- Terus menjaga kebersihan lingkungan sekitar.

Sementara itu, orang yang terserang virus corona pun harus melakukan beberapa upaya untuk mencegah virus semakin menyebar. Berikut ini di antaranya:
- Jangan keluar rumah; Harus mendapatkan penanganan langsung dari tenaga medis;
- Jika rawat jalan, tinggallah terpisah dengan orang lain dan gunakan peralatan yang berbeda dengan orang lain;
- Hindari kontak dengan orang lain dalam bentuk apa pun;
- Pakai masker dan sarung tangan yang disarankan untuk mencegah penularan;
- Selalu buang tisu setelah digunakan.

Ketua DJSN Tb. Achmad Choesni mengatakan, "saya sangat mengapresiasi terhadap orang-orang yang melakukan self quarantine atau karantina diri sebagai upaya pencegahan penularan COVID 19"

Pemerintah lewat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperpanjang masa darurat bencana wabah penyakit akibat virus Corona di Indonesia. Masa darurat ditetapkan hingga 29 Mei 2020.