DJSN Lakukan Edukasi Publik Melalui Wartawan

PALI - Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) berikan edukasi dan pemahaman terkait Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) kepada masyarakat Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) melalui jurnalis di daerah itu.

Redaktur Metting bersama para Jurnalis merupakan bagian dari edukasi publik, yang rutin diselenggarakan oleh DJSN di daerah-daerah. PALI merupakan daerah pertama 

yang dipilih DJSN ditahun 2019.

Anggota DJSN Ahmad Ansyori  dalam perkenalanya mengatakan, DJSN melakukan kegiatan edukasi terkait SJSN di kabupaten PALI bertujuan untuk mensukseskan program jaminan sosial nasional di daerah-daerah khususnya PALI.

Ia berharap melalui kegiatan Redaktur Metting bersama para wartawan PALI bisa memberi edukasi kepada masyarakat, tentang pentingnya keikutsertaan dalam program jaminan sosial nasional baik itu, bidang jaminan kesehatan maupun jaminan ketenagakerjaan.

”Saya berharap teman-teman media PALI, bisa memberikan pemahaman kepada masyarakat, tentang pentingnya keberadaan jaminan sosial nasional, baik kesehatan dan ketenagakerjaan. Sebab dari medialah masyarakat akan tau tentang program-program tersebut”, paparnya.

Beberapa hal yang akan didiskusikan dalam kesempatan itu, diantaranya landasan pilosofi jaminan sosial, dan hal-hal yang terkait dengan masalah penidakan dan pelayan dalam program jaminan sosial. Kemudian ada juga, hal-hal yang berkaitan dengan temuan dilapangan oleh DJSN terkait, pelayanan dalam bidang sosial jaminan kesehatan dan ketenagakerjaan.

Ahmad Ansyori juga menyampaikan tentang cita-cita pendiri bangsa Indonesia yaitu memberikan kesehahteraan kepada warga negaranya. Salah satu bagian penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat adalah jaminan sosial.

Dalam rangka memberi edukasi kepada masyarakat, tentunya yang bersangkutan harus paham, terlebih dahulu terhadap program yang akan disampaikan agar tidak salah kaprah dalam penyampaian kepada masyarakat dan publik.

Ansyori berharap peran media dalam memberikan pengawasan terhadap pelayan kesehatan di PALI menjadi lebih baik. Sebab tidak dipungkiri jika ada laporan dari media tentang ketidaknyamanan dalam pelayanan kesehatan akan ditindak lebih cepat.

” Saya berharap rekan-rekan media di PALI cepat tanggap, jika menerima laporan dari masyarakat atau pasien tentang rumitnya dalam pelayanan bidang kesehatan yang mengajukan klem, sehingga persolan itu mudah menjadi terang benderang,” pintanya.