DJSN - JICA Gelar Seminar on the Japanese Social Security System

Jakarta - Anggota Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) Indra Budi Sumantoro mengatakan salah satu tantangan dan permasalahan dalam pelaksanaan jaminan sosial adalah kolektabilitas iuran. oleh sebab itu BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan membentuk Agen Perisai dan Kader JKN guna dapat menyelesaikan permasalahan tersebut.

"Namun diperlukan best practice untuk mengkaji pelaksanaan Agen Perisai dan Kader JKN agar lebih optimal. Terkait dengan itu, DJSN bekerja sama dengan JICA dan Sharoushi Federation dengan tujuan mendapatkan best practice dalam upaya peningkatan pelaksanaan jaminan sosial di Indonesia,"  ujar Indra selaku Project Director pada program adopsi kebijakan mekanisme Sharausi dan jimukumiai dalam SJSN 

Salah satu agenda dalam kerja sama antara JICA dan Sharoushi Federation dengan DJSN adalah penyelenggaraan  “Seminar on the Japanese Social Security System”.

"Tujuannya untuk memberikan kesempatan kepada Para Anggota DJSN serta jajaran Kemenko PMK dan Sekretariat DJSN untuk memperoleh pemahaman mendasar dan pengetahuan penting mengenai sistem jaminan sosial di Jepang, termasuk sistem Sharoushi, yang digunakan sebagai acuan oleh Pemerintah Indonesia dalam upaya mencapai cakupan universal pada sistem jaminan sosial," jelas Indra dalam pembukaan Seminar on the Japanese Social Security System, Selasa (3/11) 

"Seminar ini diharapkan dapat memberikan insight bagi kita semua dalam memahami pelaksanaan jaminan sosial yang ideal," tutupnya.