DJSN Gelar Workshop Peta Jalan P3K2 Dalam Implementasi Jaminan Sosial Bidang Ketenagakerjaan

Jakarta - Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) gelar workshop “Peta Jalan Pencegahan, Pendeteksian dan Penindakan Kesalahan dan Kecurangan (P3K2) dalam Implementasi Jaminan Sosial Bidang Ketenagakerjaan", Selasa, 27 Agustus 2019. 

Hayani Rumondang, Dirjen PHI dan Jamsos Kemenaker yang juga Anggota DJSN unsur Pemerintah dalam sambutannya saat membuka kegiatan tersebut mengatakan, "cakupan program Jaminan Sosial Nasional memang sangat luas baik dari sisi jangkauan pelayanan, kepesertaan, jumlah dana yang dikelola, serta jumlah pihak yang terlibat, dan harus diakui bahwa terdapat potensi kesalahan dan kecurangan dalam penyelenggaraan program Jaminan Sosial bidang Ketenagakerjaan."

"Dikarenakan kompleksitas proses bisnis dalam penyelenggaraan jaminan sosial bidang Ketenagakerjaan ini, maka untuk mendapatkan hasil yang optimal harus dilakukan secara komprehensif dan bertahap," ujar Haiyani.

Haiyani menjelaskan, implementasi Sistem Jaminan Sosial Nasional ini sejatinya berhadapan dengan karakter masyarakat dan karakter geografis yang sangat beragam yang berpotensi mempengaruhi proses bisnis utama SJSN seperti kepesertaan, pengumpulan iuran, dan pembayaran manfaat atau layanan.

Lebih lanjut, DJSN bekerjasama dengan World Bank telah menyusun draft Peta Jalan Pencegahan, Pendeteksian dan Penindakan Kesalahan dan Kecurangan dalam Penyelenggaraan Sistem Jaminan Sosial Nasional.

Untuk melakukan uji publik terhadap Draft Peta Jalan sebagaimana tersebut diatas, serta menampung masukan stakeholders terkait dan  masyarakat, DJSN menyelenggarakan  workshop “Peta Jalan Pencegahan, Pendeteksian, dan Penindakan Kesalahan dan Kecurangan (P3K2) dalam Implementasi Jaminan Sosial Bidang Ketenagakerjaan.

Dengan demikian tujuan dari Workshop ini adalah untuk menghimpun masukan dan pemikiran dari stake holders terkait dan masyarakat dalam;

1. Menjaga integrasi dan reputasi program jaminan sosial;

2. Mendukung penggunaan sumber daya dana publik secara optimal, tepat sasaran dan efektif;

3. Menjaga kepercayaan publik terhadap kebijakan pemerintah; dan

4. Mengurangi potensi kebocoran penggunaan dana publik.

Dalam kegiatan workshop ini, dilaksanakan diskusi antara peserta dengan Narasumber-Narasumber yang ahli dibidangnya  yaitu Ahmad Ansyori (anggota DJSN unsur Tokoh/Ahli), Dr. Chazali H. Situmorang (Ketua Dewan Pakar PP LAFAI), Timboel Siregar (BPJS Watch), dan Sumarjono (Direktur Perencanaan Strategis & TI) dipandu oleh Moderator Subiyanto, SH (anggota DJSN unsur Pekerja). Diskusi tersebut memberikan masukan yang berarti dalam penyempurnaan draft peta jalan demi terwujudnya Sistem Jaminan Sosial Nasional yang tepat manfaat dan sasaran.