DJSN Gelar Edukasi Bagi Masyarakat Surabaya

Surabaya - Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) menggelar edukasi publik di Kota Surabaya dalam rangka memberi pemahaman pada masyarakat tentang sistem jaminan sosial, di samping untuk menggali informasi dari masyarakat guna perbaikan ke depan, Jumat (9/11/2018).

Acara ini diikuti sekitar 50 undangan yang mewakili berbagai elemen masyarakat, di antaranya para pelaku pelayan kesehatan, perusahan farmasi, wakil serikat pekerja, pemberi kerja, kelompok seniman dan budayawan.

Rudy Prayitno, dalam sambutan menjelaskan mengenai fungsi dari DJSN, yang di antaranya disebutkan sebagai pengawas pelayanan yang terkait dengan BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan.

Anggota DJSN dari unsur buruh ini juga mengemukakan bahwa hingga saat ini masih saja ditemukan fenomena di lapangan ada rumah sakit yang menolak pasien karena tidak punya kartu kepesertaan BPJS Kesehatan.

Menurutnya, itu tidak boleh terjadi lagi. “Yang benar, ada pasien harus langsung ditangani terlebih dulu, tak perlu tanya peserta BPJS atau bukan,” ujarnya

Rudy mengatakan, begitu BPJS dibuka, suasananya seperti gelombang tsunami. Semua masyarakat berduyun-duyun berobat ke setiap rumah-rumah sakit.

Namun masih saja ada rumah sakit yang membedakan BPJS dan pasien umum. Sudah saatnya menyudahi praktik seperti ini. Pasien tidak segera ditangani malah ditanya nanti membayar pakai BPJS atau bukan.

“Jangan tanya bayar. Tangani saja pasien. Jangan ditolak,” tegas Rudy.