DJSN Edukasi Jurnalis tentang Jaminan Sosial

Jakarta - Peran jurnalis sangat penting dalam mengedukasi publik akan realisasi dan kepesartaan jaminan sosial. Demikian disampaikan Ahmad Ansyori SH MHum CLA Anggota DJSN, pada Redaktur Meeting, di City Extra, Kalasey Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, Rabu (18/7/2018) malam.

“Tak hanya menyampaikan informasi, tetapi lewat penyampaian di media, jurnalis juga berperan mengedukasi sehingga mampu membuka wawasan. Bahkan lebih dari itu dapat mengadvokasi,” ungkap Ansyori.

Esensi perlindungan jaminan sosial menurut Ansyori tak bisa diabaikan. Karena memiliki substansi bagi kelangsungan kesejahteraan masyarakat. Terutama saat menghadapi situasi yang tak diharapakan, apakah itu sakit, kecelakaan bahkan hingga memasuki masa pensiun dan hari tua. “Tetapi dengan jaminan sosial masyarakat memiliki perlindungan. Di mana hak-haknya akan terlindungi,” ujar Ansyori.

Di sisi lain, Ansyori berharap peran jurnalis ada di posisi yang adil. Dalam artian ketika menyampaikan informasi didasarkan fakta. Bukan hanya fokus pada sisi negatif saja, tetapi juga apresiasi atas capaian dari jaminan sosial itu sendiri.

Diketahui DJSN memiliki tugas dan fungsi strategis, namun hanya ditukangi oleh 15 personel. Mulai dari sinkronisasi, regulasi pengawasan hingga soal iuran. Sehingga melalui kebijakan tersebut dijadikan pedoman oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Terutama dalam menyusun kebijakan operasional, sekaligus juga dijadikan parameter untuk mengevaluasi penyelenggaraan sistem jaminan sosial nasional.

Ansyori kemudian menjelaskan, untuk penyelenggaraan jaminan sosial di Indonesia itu bukanlah hal baru. Jaminan sosial awalnya muncul pada tahun 1951. Saat itu sudah ada Undang-undang Nomor 2 Tahun 1951 yang di dalamnya mewajibkan pemberian jaminan kesehatan bagi buruh.

Ansyori mengatakan, DJSN mengharapkan jurnalis dapat melakukan dua hal terkait jaminan sosial. Yakni mengedukasi publik dan mengadvokasi publik terkait dengan jaminan sosial.

"Kawan-kawan jurnalis di sini yang selalu berkomunikasi dengan publik dan tahu permasalahan masyarakat. Kami mengharapkan dari teman-teman jurnalis ada masukkan kepada DJSN. Jangan sampai ada masalah mengenai jaminan sosial, tidak hanya aspek layanan melainkan ada hal lain yang seringkali menjadi hambatan pelayanan sosial selama ini. Kami sangat mengandalkan peran dari kawan-kawan jurnalis," tutup Ansyori.