DJSN dan OJK Bahas Pengawasan terhadap BPJS Kesehatan

Jakarta - Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) rapat dengan OJK dalam rangka koordinasi dan pertukaran informasi pengawasan terhadap BPJS Kesehatan, Jum'at (30/8).

Anggota DJSN Asih Eka Putri mengatakan, kami menilai Defisit Jaminan Kesehatan Nasional itu adalah struktural bukan prosedural. Oleh sebab itu pengawas BPJS Kesehatan perlu bersatu menyuarakan bahwa defisit ini struktural, sehingga tidak bisa diselesaikan secara parsial seperti reviu kelas.

Permasalahan fundamental Defisit JKN adalah di kebijakan. Kebijakanlah yang mengantarkan kita pada situasi seperti ini.

"Defisit sudah dibicarakan sejak 2017 dampak sistemisnya sudah kemana-mana, sehingga kita harus berani menyimpulkan bahwa ini defisit struktural. Jadi kebijakannya yang harus di restrukturisasi," jelas Asih

Deputi Pengawas INKB II Otoritas Jasa Keuangan (OJK), M. Ihsanuddin mengatakan, Fungsi pengawasan OJK hanya sebatas pengawasan kesehatan keuangan BPJS.

Oleh sebab itu awalnya kami menilai, masalah defisit akan teratasi dengan dinaikkannya iuran.

"Namun setelah berdiskusi dengan DJSN Saya yakin walaupun iuran dinaikkan akan tetapi struktur lain tidak dibenahi dan tidak akan bisa mengatasi masalah". Ucap Ihsanudin