Data Sampel BPJS Kesehatan Dibuka untuk Publik

Jakarta - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan meluncurkan data sampel lewat penggunaan big data dalam pengembangan evidence-based policy Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris mengatakan, peluncuran ini dilatarbelakangi oleh belum adanya data jaminan pelayanan kesehatan. Padahal, sebagai penyelenggara jaminan kesehatan dengan jumlah peserta paling banyak di dunia BPJS Kesehatan menjadi salah satu sumber data terbesar di Indonesia yang dilirik banyak pihak.

Oleh karena itu, BPJS Kesehatan berupaya memudahkan pengelolaan data dengan menyediakan data sampel yang bisa mewakili seluruh data kepesertaan maupun pelayanan kesehatan yang ada di BPJS Kesehatan lewat peluncuran ini.

"Kami melihat data yang kami miliki adalah aset yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan penelitian dan pengambilan kebijakan yang kredibel berbasis bukti (evidence based policy) dalam penyelenggaraan Program JKN-KIS. Hal ini juga sebagai salah satu wujud transparansi BPJS Kesehatan dalam memberikan Informasi pada publik," kata Fachmi Idris dalam acara Peluncuran Data Sampel BPJS Kesehatan Penggunaan Big Data di Gedung BPJS Kesehatan, Senin (25/2/2019).

Menanggapi hal itu, Angoota Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) Ahmad Ansyori mengatakan, pengambilan kebijakan oleh pemerintah agar berbasis pada data JKN. protokol data sharing perlu kita tetapkan sehingga kita bisa melihat bersama dan menganalisa data ini bukan seasonal tetapi memang merupakan akses yang disediakan

"Kepada para ilmuan, akadimisi, jurnalis , LSM agar memanfaatkan secara bertanggung jawab, konstruktif atas data JKN untuk kepentingan kemaslahatan masyarakat serta dunia ilmu," ujar Ansyori.

"kami sangat mengharapkan membaca dan memahami data JKN dilakukan secara komprehensif, kalau tidak kita akan membandingkan hal-hal yang tidak semestinya yang sering mengotori proses pembahsan dalam JKN ini," tambahnya.